1. Skip to Menu
  2. Skip to Content
  3. Skip to Footer>

BPMI

BADAN PENJAMIN MUTU INTERNAL (BPMI)

Dalam menghadapi perkembangan dunia yang ditandai dengan makin ketatnya persaingan hampir di semua bidang, peranan perguruan tinggi sebagai salah agen bagi proses perubahan mutu sumberdaya manusia terasa semakin strategis. Mengantisipasi peranannya yang sangat sentral tersebut, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasional mencanangkan paradigma baru manajemen perguruan tinggi. Ditekankan di dalam paradigma baru tersebut bahwa otonomi atau kemandirian institusi perguruan tinggi yang dilandaskan pada akuntabilitas, evaluasi, dan akreditasi yang pada gilirannya bermuara pada peningkatan kualitas secara berkelanjutan merupakan hal yang perlu segera direalisasikan.

Mengacu pada kondisi di atas dan kebijakan yang diambil pihak pemerintah, STMIK Jakarta STI&K merasa perlu untuk melaksanakan sistem penjaminan mutu yang sistematis, terpadu, dan berkelanjutan. Butir mutu proses pembelajaran adalah salah satu dari 10 (sepuluh) butir mutu pendidikan tinggi (Ditjen Dikti, 2003).

Fungsi dan Tugas

Sedangkan beberapa praktek-praktek penjaminan mutu dengan memanfaatkan dan mengoptimalkan penggunaan IT yang telah dilaksanakan di  lingkungan STMIK Jakarta STI&K, diantaranya adalah :

  1. Meningkatkan dan mengevaluasi dalam pelaksanaan dan terget pencapaian visi dan misi program studi
  2. Menciptakan suasana akademik dalam kehidupan kampus (atmosphere campus academic)
  3. Mengevaluasi kinerja kualitas tenaga pengajar dan metode pembelajaran
  4. Meningkatkan dan mengevaluasi mutu Standard Operational Procedure (SOP)
  5. Pengembangan situs institusi jak-stik information untuk layanan pengguna dengan memanfaatkan teknologi berbasis web

Model Penjaminan Mutu

Model penjaminan mutu yang dilakukan UPM Akademik dalam menjaga kualitas proses pendidikan dan pengajaran di lingkungan STMIK Jakarta STI&K dilakukan dengan berpedoman pada prosedur, aturan, kebijakan yang terdapat di setiap Program Studi di STMIK Jakarta STI&K. Kebijakan dan prosedur yang telah ditetapkan tersebut diterjemahkan ke dalam bentuk prosedur audit, assessment dan evaluasi yang outputnya diterjemahkan ke dalam bentuk rekomendasi dan saran perbaikan. Kegiatan audit dilakukan terhadap input/ masukan, sedangkan kegiatan asessment dan evaluasi dilakukan terhadap proses belajar mengajar serta lulusan.

 

Tujuan BPMI

Tujuan dari diterapkannya sistem penjaminan mutu perguruan di STMIK Jakarta STI&K adalah memperbaiki kinerja Dosen dalam kegiatan Belajar Mengajar dan mengembangkan sistem penjaminan mutu di bidang pengajaran dan pelayanan akademik serta  membentuk  model  penjaminan  mutu  bagi  sistem  evaluasi  dan monitoring yang memang belum dimiliki oleh STMIK Jakarta STI&K.

 

Struktur BPMI

BADAN PENJAMIN MUTU INTERNAL

Penerapan Badan Penjamin Mutu Internal  (academic quality assurance unit) STMIK Jakarta STI&K dibentuk pada Desember 2010, dengan nama Badan Penjamin Mutu Internal (BPMI) berdasarkan surat keputusan ketua Yayasan No. 007/SK/YILKOM/2018, dengan Ketua Eko Hadiyanto, SSi., MMSI


Struktur Organisasi BPMI :

Ketua BPMI:

Eko Hadiyanto, SSi., MMSI



Koordinator Unit Penjamian Mutu Akademik Program Sarjana :

Sunarto Usna, SSi., MMSI



Koordinator Unit Penjamian Mutu Akademik Program Diploma Tiga :

Rosalina Lokolo, SE., MMSI

Profile BPMI Akademik

BADAN PENJAMIN MUTU INTERNAL (BPMI)

Dalam menghadapi perkembangan dunia yang ditandai dengan makin ketatnya persaingan hampir di semua bidang, peranan perguruan tinggi sebagai salah agen bagi proses perubahan mutu sumberdaya manusia terasa semakin strategis. Mengantisipasi peranannya yang sangat sentral tersebut, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasional mencanangkan paradigma baru manajemen perguruan tinggi. Ditekankan di dalam paradigma baru tersebut bahwa otonomi atau kemandirian institusi perguruan tinggi yang dilandaskan pada akuntabilitas, evaluasi, dan akreditasi yang pada gilirannya bermuara pada peningkatan kualitas secara berkelanjutan merupakan hal yang perlu segera direalisasikan.

Mengacu pada kondisi di atas dan kebijakan yang diambil pihak pemerintah, STMIK Jakarta STI&K merasa perlu untuk melaksanakan sistem penjaminan mutu yang sistematis, terpadu, dan berkelanjutan. Butir mutu proses pembelajaran adalah salah satu dari 10 (sepuluh) butir mutu pendidikan tinggi (Ditjen Dikti, 2003).

VISI
Menjadi Badan Penjaminan Mutu yang dapat menilai institusi secara objektif, kredibel dan akuntabel.

MISI

  1. Menghasilkan sistem penilaian mutu yg baik dan sesuai dengan perkembangan teknologi
  2. Menghasilkan instrumen penilaian yg disesuaikan dengan standar SNDIKTI
  3. Melalukan proses monitoring dan evaluasi sesuai dengan standar pemeriksaan yang ada