Peramalan Harga Emas Harian Dengan Model Hibrida Double Exponensial Smoothing Holt’s dan Jaringan Syaraf Tiruan

Authors

  • Mohamad As’ad Program Studi Teknologi Informasi, STMIK Pradnya Paramita Malang
  • Sujito Program Studi Teknologi Informasi, STMIK Pradnya Paramita Malang
  • Sigit Setyowibowo Program Studi Teknologi Informasi, STMIK Pradnya Paramita Malang

Keywords:

Peramalan harga emas harian, double exponensial smoothing Hold’s(DESH), jaringan syaraf tiruan (JST), hibrida DESH-JST

Abstract

Emas merupakan logam mulia yang banyak fungsinya. Emas sebagai bentuk investasi berjangka banyak dilakukan di lembaga-lembaga keuangan seperti: Pegadaian, bank Mandiri Syari’ah dan juga BNI Syari’ah. Tidak hanya di lembaga keuangan tersebut diatas, di toko online seperti Bukalapak, Tokopedia, Lazada juga melakukan jual beli emas. Selain toko online tersebut banyak toko offline di setiap kota di Indonesia ini juga jualan emas perhiasan ataupun juga emas batangan. Dari hal tersebut diatas, perlu diketahui bahwa perkiraan harga emas harian untuk bertransaksi bagi masyarakat yang ingin berinvestasi atau juga ingin menjual emas yang dimiliki sangat penting dan hal ini merupakan tujuan dari penelitian ini. Banyak metode peramalan yang bisa digunakan untuk meramalkan harga emas harian, tetapi penelitian ini menggunakan model hibrida double exponensial smoothing Hold’s dan jaringan syaraf tiruan (DESH-JST) karena metode ini sesuai dengan kondisi data harga emas harian.  Data sekunder harga emas harian di unduh dari: investing.com.  Data yang digunakan untuk rentang waktu  2 November 2018 sampai dengan 2 November 2019 yang berarti terdapat 287 data. Penelitian ini dilakukan di laboratorium komputer kampus STMIK Pradnya Paramita Malang. Pengolahan data pada penelitian ini menggunakan R package statistics. Hasil dari penelitian ini diperoleh untuk model DESH nilai parameter alpha sebesar 0.8566 dan bheta sebesar 1e-04. Untuk model JST-nya digunakan model neural network autoregresive (NNAR) dengan hasil akhir model NNAR(15,12). Model JST ini berarti mempunyai arsitektur jaringan data input berupa residual dengan lag-1 sampai dengan lag-15 dengan 12 neuron single  layer, menggunakan fungsi aktifasi sigmoid biner. Hasil peramalan dengan model hibrida DESH-JST mempunyai akurasi peramalan RMSE sebesar 0.9845204,  MASE sebesar 0.9692805 dan MAPE sebesar 0.0005179602.

 

Published

2020-09-15